Kuala Tungkal, 26 Agustus 2026. Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat bersama unsur TNI, Polri, BPBD Provinsi Jambi, BPBD Kabupaten Tanjung Jabung Barat, perangkat daerah, perusahaan, serta unsur terkait menggelar Rapat Koordinasi Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Ruang Pola Utama Kantor Bupati Tanjung Jabung Barat, Rabu (26/8/2026).

Rakor yang dipimpin Danrem 042/Garuda Putih tersebut membahas kondisi dan perkembangan penanganan Karhutla sekaligus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi peningkatan kejadian pada periode kemarau.
Berdasarkan hasil pemaparan dalam rapat, hingga 24 Agustus 2026 tercatat 244 kejadian Karhutla dengan luas lahan terbakar sekitar 232 hektare dan 828 hotspot. Sejumlah wilayah yang menjadi perhatian antara lain Kecamatan Renah Mendaluh, Batang Asam, Bram Itam, Betara, dan Senyerang.

Penanganan Karhutla selama ini dilakukan melalui sinergi Pemerintah Daerah, BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, kecamatan, desa/kelurahan, hingga perusahaan. Namun, masih terdapat sejumlah kendala, seperti keterbatasan sumber air, akses menuju lokasi yang sulit, serta kondisi angin yang dapat mempercepat penyebaran api.
Dalam rakor tersebut juga ditekankan pentingnya peningkatan patroli dan pemantauan, pengaktifan Posko Karhutla di wilayah rawan, penguatan koordinasi lintas sektor, serta peningkatan sosialisasi kepada masyarakat mengenai bahaya dan larangan pembakaran hutan dan lahan.
Selain itu, dukungan operasional pemadaman turut diperkuat dengan ketersediaan dua unit helikopter untuk kegiatan water bombing, serta rencana penambahan satu unit helikopter. Sarana tersebut diarahkan untuk mendukung pemadaman di lokasi yang sulit dijangkau melalui jalur darat dan mencegah meluasnya kebakaran.
Rapat juga menyepakati pembentukan dan penguatan Satuan Tugas (Satgas) Karhutla tingkat Kabupaten, pengaktifan Posko Karhutla, peningkatan keterlibatan perusahaan di wilayah kerja masing-masing, serta optimalisasi personel, sarana dan prasarana dalam penanganan Karhutla.

Melalui rakor ini, seluruh unsur terkait berkomitmen memperkuat sinergi, komunikasi, kesiapsiagaan, pencegahan, dan respons cepat dalam menghadapi setiap kejadian Karhutla. Para Camat juga diminta meningkatkan kesiapsiagaan di wilayah masing-masing, khususnya selama periode rawan Karhutla pada Agustus hingga Oktober.
BPBD Kabupaten Tanjung Jabung Barat terus mendorong kolaborasi seluruh pihak untuk mewujudkan penanganan Karhutla yang cepat, terpadu, dan efektif serta menjaga Kabupaten Tanjung Jabung Barat tetap aman dari dampak kebakaran hutan dan lahan.
Salam Tangguh
Salam Kemanusiaan
